IKIP PGRI Semarang adalah
salah satu perguruan tinggi favorit di Jawa Tengah yang banyak menarik
minat lulusan SLTA. Ketertarikan ini karena banyak alasan, antara lain:
IKIP PGRI Semarang adalah Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK)
yang menyiapkan calon guru berkualitas melalui pembelajaran kreatif
inovatif yang berjati diri. IKIP PGRI Semarang menjadi satu-satunya
perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah yang dipercaya menjadi model
pendidikan karakter, sebagai satu-satunya LPTK di Jawa Tengah yang
ditugaskan oleh pemerintah untuk menyiapkan guru-guru RSBI melalui
Program Pendidikan Guru Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Bertaraf
Internasional (PGMIPABI), serta menjadi pusat pengembangan pendidikan
ramah anak, bekerja sama dengan SIDA (Swedish International Development
Cooperation Agency) dan Lund University Swedia , sedangkan pengembangan
kualitas dan profesional tenaga pendidik bekerja sama dengan UTM
(University Tecnologi Malaysia). IKIP PGRI Semarang menyediakan beasiswa
bagi 25 mahasiswa sejak tahun pertama, serta puluhan jenis beasiswa
bagi ratusan mahasiswa yang dapat diperoleh setelah menunjukkan prestasi
di tahun kedua dan seterusnya IKIP PGRI Semarang menjadi idaman bagi
banyak lulusan SLTA, terbukti pendaftar lima tahun terakhir melonjak,
rata-rata per-tahun 12.000 pendaftar. Dalam Penerimaan Mahasiswa Baru
tahun akademik 2012/2013 ini, beberapa jalur PMB disiapkan oleh IKIP
PGRI Semarang: JALUR MINAT, JALUR PRESTASI, JALUR REGULER dan JALUR
PROGRAM PASCASARJANA (PPs).
Tampilkan postingan dengan label A. Beranda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label A. Beranda. Tampilkan semua postingan
Visi
* Menjadi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan yang profesional dan berjati diri
Misi
* Menghasilkan tenaga kependidikan yang memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial.
* Mengembangkan budaya akademik yang berjati diri (dilandasi nilai-nilai religius, nasionalis, pengabdian dan pelayanan).
* Menanamkan sifat dan semangat PGRI
Tujuan
1. Menghasilkan
* Guru yang memiliki kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial ;
* Peneliti novatif dalam bidang pendidikan ;
* Pustakawan profesional pada lembaga kependidikan ;
* Laboran profesional pada lembaga kependidikan ; dan
* Anggota masyarakat yang membangun
2. Menjadi pusat riset pendidikan
3. Menjadi pusat layanan pendidikan
4. Menjadi lembaga sertifikasi tenaga kependidikan
Lambang
a) Suluh berdiri tegak bercorak empat garis tegak dan datar berwarna kuning dengan nyala lima sinar api berwarna merah melambangkan :
*Suluh dengan empat garis tegak dan datar berwarna kuning berarti fungsi guru (pra sekolah, SD, SLTP, SMA/K, dan PT) dengan melihat tugas pengabdian sebagai pendidik yang besar dan luhur.
*Nyala api dengan lima sinar merah berarti ideology pancasila. Arti teknik : sasaran budi, cipta, rasa, karsa dan karya generasi
*Empat buku mengapit suluh dengan posisi dua datar dan dua tegak (simetris) dengan corak warna putih, melambangkan : sumber ilmu yang menyangkut nilai moral pengetahuan, keterampilan dan akhlak bagi tingkatan lembaga-lembaga pendidikan.
*Warna tegak hijau melambangkan kemakmuran generasi.
*Pita putih bertuliskan Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan sebagai penyanggga sayap, melambangkan ikatan yang kokoh kuat guru seluruh Indonesia di dalam mengejar cita-cita.
b) Pada buku bagian bawah warna putih dengan tulisan PGRI berwarna merah, melambangkan pengabdian yang dilandasi kesucian, cinta kasih, kemurnian, dan keberanian bagi kepentingan rakyat.
c) Sayap kiri-kanan terdiri masing-masing lima helai bulu berwarna kuning melambangkan: cita-cita setinggi angkasa dibidang pendidikan berdasarkan Pancasila, membina tunas muda harapan bangsa ke masa depan yang cerah dan gemilang.
d) Tulisan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia berwarna hitam, Melambangkan Institute sebagai satuan pendidikan dibawah Departemen Pendidikan Nasional yang bernaung di bawah Yayasan.
e) Singkatan IKIP berwarna merah melambangkan kedudukan Institut sebagai lembaga pendidikan tinggi.
f) Tulisan Semarang berwarna merah, menunjukan tempat kedudukan.
IKIP
PGRI Semarang didirikan pada tanggal 23 Juli 1981 oleh Pengurus Daerah
Tingkat I PGRI Provinsi Jawa Tengah melalui Yayasan Pembina Lembaga
Pendidikan (YPLP) IKIP PGRI Jawa Tengah. Tujuan pendiriannya adalah
untuk menyiapkan calon guru berkualitas yang akan turut membangun dan
meningkatkan mutu pendidikan serta tercapainya kesejahteraan bagi guru
di Indonesia. Dalam sejarah perkembangannya, perjalanan IKIP PGRI
Semarang dapat dibagi dalam empat periode besar.
Periode pertama adalah periode perintisan kelembagaan (1981-1986). Periode ini ditandai dengan berdirinya IKIP PGRI Jawa Tengah oleh Pengurus Daerah Tingkat I PGRI Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Drs. Is Riwidigdo. Beberapa tokoh pendirinya antara lain Taruna, S.H.; Drs. Is Riwidigdo; Drs. Karseno; Drs. R. Antonius Supardi Hadiatmodjo; Drs. Muhamad Oemar; Drs. Thomas Saha Adiutomo; Drs. Abdul Latief Nawawi S.H.; Drs. Soeparjo; Ny. Widayati Sumiyatun Soeharto; dan Drs. Teddy Iskandi. Melalui SK Mendikbud No. 0395/0/1984 IKIP PGRI Jawa Tengah berubah menjadi STKIP PGRI Jawa Tengah.
Periode kedua adalah periode pembangunan kelembagaan (1987-1992). Pada periode ini, dibawah kepemimpinan Rektor Taruna, S.H., STKIP PGRI Jawa Tengah berubah nama menjadi IKIP PGRI Semarang.
Periode ketiga adalah periode pembangunan akademik (1993-1997). Periode ini dibawah kepemimpinan Rektor Prof. Drs. Satmoko dengan fokus utama meningkatkan mutu dosen melalui program studi lanjut. Proses pembangunan akademik disempurnakan pada era kepemimpinan Prof. Drs. Sugijono, M.Sc. (1997-2001) yang memiliki enam program studi yaitu: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Pendidikan Matematika (Pend. Mat), Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB), Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn); dan Pendidikan Biologi (Pend. Bio). Keenam program studi tersebut diajukan pada Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) dengan perolehan akreditasi B.
Periode keempat adalah periode pengembangan (2001-2009). Di bawah kepemimpinan Rektor Dr. Sulistiyo, M.Pd., IKIP PGRI Semarang yang sempat diwacanakan akan berubah menjadi universitas memantapkan diri untuk bertahan dengan bentuk IKIP. Euforia berbagai perguruan tinggi untuk mengubah nama justru membuat IKIP PGRI Semarang semakin fokus sebagai perguruan tinggi pencetak tenaga kependidikan. Pada masa ini, peningkatan tajam terlihat dengan melejitnya posisi IKIP PGRI Semarang sebagai 5 (lima) besar Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang paling diminati calon mahasiswa.
Masih dalam periode ini, seiring dengan masih banyaknya kekurangan guru, khususnya guru TK dan SD, pada tahun 2003, IKIP PGRI Semarang membuka program studi D-2 Pendidikan Guru Taman Kanak-Kanak (PGTK) dan tahun 2004 membuka program studi D-2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Pada tahun 2009 program studi PGSD D-2 ditingkatkan ke jenjang S-1 dan program studi PGTK D-2 ditingkatkan ke jenjang S-1 dengan nama Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Bahkan, untuk mendukung program Gubernur Jawa Tengah tentang Bahasa Jawa sebagai mata pelajaran muatan lokal, IKIP PGRI Semarang juga mengembangkan program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa.
Periode kelima (2009-sekarang) merupakan periode yang menekankan pada pendidikan karakter. Pada periode tersebut, IKIP PGRI Semarang di bawah kepemimpinan Rektor Muhdi, S.H. M.Hum. yang hingga saat ini terus mensosialisasikan metode pembelajaran pendidikan karakter pada anak didik. Berbagai kegiatan untuk mewujudkan terlaksananya pendidikan karakter terus digalakkan pada periode tersebut.
Pada periode ini pula, diwacanakan akan dibuka program pengganti Pendidikan AKTA IV yaitu Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada tahun 2011 mendatang. Pendidikan Profesi Guru tersebut merupakan salah satu jalan untuk membentuk lulusan-lulusan guru yang bersertifikat khusus dari pemerintah.
Selain itu, pada periode tersebut IKIP PGRI Semarang telah membuka Program Pasca Sarjana (S2) pada tahun 2010 dengan konsentrasi program studi Manajemen Pendidikan. .
Periode pertama adalah periode perintisan kelembagaan (1981-1986). Periode ini ditandai dengan berdirinya IKIP PGRI Jawa Tengah oleh Pengurus Daerah Tingkat I PGRI Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Drs. Is Riwidigdo. Beberapa tokoh pendirinya antara lain Taruna, S.H.; Drs. Is Riwidigdo; Drs. Karseno; Drs. R. Antonius Supardi Hadiatmodjo; Drs. Muhamad Oemar; Drs. Thomas Saha Adiutomo; Drs. Abdul Latief Nawawi S.H.; Drs. Soeparjo; Ny. Widayati Sumiyatun Soeharto; dan Drs. Teddy Iskandi. Melalui SK Mendikbud No. 0395/0/1984 IKIP PGRI Jawa Tengah berubah menjadi STKIP PGRI Jawa Tengah.
Periode kedua adalah periode pembangunan kelembagaan (1987-1992). Pada periode ini, dibawah kepemimpinan Rektor Taruna, S.H., STKIP PGRI Jawa Tengah berubah nama menjadi IKIP PGRI Semarang.
Periode ketiga adalah periode pembangunan akademik (1993-1997). Periode ini dibawah kepemimpinan Rektor Prof. Drs. Satmoko dengan fokus utama meningkatkan mutu dosen melalui program studi lanjut. Proses pembangunan akademik disempurnakan pada era kepemimpinan Prof. Drs. Sugijono, M.Sc. (1997-2001) yang memiliki enam program studi yaitu: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Pendidikan Matematika (Pend. Mat), Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (PPB), Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn); dan Pendidikan Biologi (Pend. Bio). Keenam program studi tersebut diajukan pada Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) dengan perolehan akreditasi B.
Periode keempat adalah periode pengembangan (2001-2009). Di bawah kepemimpinan Rektor Dr. Sulistiyo, M.Pd., IKIP PGRI Semarang yang sempat diwacanakan akan berubah menjadi universitas memantapkan diri untuk bertahan dengan bentuk IKIP. Euforia berbagai perguruan tinggi untuk mengubah nama justru membuat IKIP PGRI Semarang semakin fokus sebagai perguruan tinggi pencetak tenaga kependidikan. Pada masa ini, peningkatan tajam terlihat dengan melejitnya posisi IKIP PGRI Semarang sebagai 5 (lima) besar Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang paling diminati calon mahasiswa.
Masih dalam periode ini, seiring dengan masih banyaknya kekurangan guru, khususnya guru TK dan SD, pada tahun 2003, IKIP PGRI Semarang membuka program studi D-2 Pendidikan Guru Taman Kanak-Kanak (PGTK) dan tahun 2004 membuka program studi D-2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Pada tahun 2009 program studi PGSD D-2 ditingkatkan ke jenjang S-1 dan program studi PGTK D-2 ditingkatkan ke jenjang S-1 dengan nama Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Bahkan, untuk mendukung program Gubernur Jawa Tengah tentang Bahasa Jawa sebagai mata pelajaran muatan lokal, IKIP PGRI Semarang juga mengembangkan program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa.
Periode kelima (2009-sekarang) merupakan periode yang menekankan pada pendidikan karakter. Pada periode tersebut, IKIP PGRI Semarang di bawah kepemimpinan Rektor Muhdi, S.H. M.Hum. yang hingga saat ini terus mensosialisasikan metode pembelajaran pendidikan karakter pada anak didik. Berbagai kegiatan untuk mewujudkan terlaksananya pendidikan karakter terus digalakkan pada periode tersebut.
Pada periode ini pula, diwacanakan akan dibuka program pengganti Pendidikan AKTA IV yaitu Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada tahun 2011 mendatang. Pendidikan Profesi Guru tersebut merupakan salah satu jalan untuk membentuk lulusan-lulusan guru yang bersertifikat khusus dari pemerintah.
Selain itu, pada periode tersebut IKIP PGRI Semarang telah membuka Program Pasca Sarjana (S2) pada tahun 2010 dengan konsentrasi program studi Manajemen Pendidikan. .
Visi
Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Semarang sampai dengan tahun 2015 memiliki Visi:
Menjadi fakultas yang menghasilkan tenaga kependidikan dalam bidang Ilmu Pendidikan yang profesional dan berjati diri .
Misi
Misi Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Semarang sebagai berikut:
1. Menghasilkan tenaga kependidikan dalam bidang Ilmu Pendidikan yang memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial.
2. Memajukan Ilmu Pendidikan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diwujudkan dalam bentuk kegiatan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat dengan dilandasi budaya akademik yang berjati diri (dilandasi nilai-nilai Pancasila, religi, kebangsaan, kesetiakawanan, pengabdian dan pelayanan) sehingga mampu menghasilkan tenaga kependidikan yang berkualitas dan profesional.
3. Menanamkan sifat (unitaristik, independen dan non partai politik) dan semangat (demokrasi, kekeluargaan, keterbukaan, tanggung jawab etika, moral dan hukum) PGRI.
Tujuan
Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Semarang bertujuan:
1. Menghasilkan tenaga kependidikan bidang Ilmu Pendidikan yang memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial.
2. Menjadi: (a) pusat riset pendidikan, (b) pusat pelayanan pendidikan, (c) lembaga sertifikasi tenaga kependidikan, dan (d) lembaga pengembang tradisi/budaya lokal dalam bidang Ilmu Pendidikan dilandasi budaya akademik yang berjati diri (nilai-nilai Pancasila, religi, kebangsaan, kesetiakawanan, pengabdian, dan pelayanan).
3. Menjadi pusat kaderisasi PGRI bidang Ilmu Pendidikan yang bermanfaat untuk peningkatan mutu pendidikan.
Menjadi fakultas yang menghasilkan tenaga kependidikan dalam bidang Ilmu Pendidikan yang profesional dan berjati diri .
Misi
Misi Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Semarang sebagai berikut:
1. Menghasilkan tenaga kependidikan dalam bidang Ilmu Pendidikan yang memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial.
2. Memajukan Ilmu Pendidikan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diwujudkan dalam bentuk kegiatan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat dengan dilandasi budaya akademik yang berjati diri (dilandasi nilai-nilai Pancasila, religi, kebangsaan, kesetiakawanan, pengabdian dan pelayanan) sehingga mampu menghasilkan tenaga kependidikan yang berkualitas dan profesional.
3. Menanamkan sifat (unitaristik, independen dan non partai politik) dan semangat (demokrasi, kekeluargaan, keterbukaan, tanggung jawab etika, moral dan hukum) PGRI.
Tujuan
Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP PGRI Semarang bertujuan:
1. Menghasilkan tenaga kependidikan bidang Ilmu Pendidikan yang memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial.
2. Menjadi: (a) pusat riset pendidikan, (b) pusat pelayanan pendidikan, (c) lembaga sertifikasi tenaga kependidikan, dan (d) lembaga pengembang tradisi/budaya lokal dalam bidang Ilmu Pendidikan dilandasi budaya akademik yang berjati diri (nilai-nilai Pancasila, religi, kebangsaan, kesetiakawanan, pengabdian, dan pelayanan).
3. Menjadi pusat kaderisasi PGRI bidang Ilmu Pendidikan yang bermanfaat untuk peningkatan mutu pendidikan.
Fakultas llmu Pendidikan (FIP) IKIP PGRI Semarang memiliki 3 program studi jenjang pendidikan S 1, yaitu:
1.Program studi Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (terakreditasi B).
Visi, Misi dan Tujuan Prodi PPB FIP IKIP PGRI Semarang
Visi
Pada tahun 2011-2015 Program Studi Psikologi Pendidikan dan Bimbingan menjadi pusat pendidikan yang menghasilkan guru Bimbingan dan Konseling yang profesional, berjati diri, dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Misi
Misi Program Studi Psikologi Pendidikan dan Bimbingan dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.Menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan guru BK yang memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial.
2.Menyelenggarakan penelitian di bidang Psikologi Pendidikan dan Bimbingan untuk pengembangan ilmu dalam bidang Psikologi Pendidikan dan Bimbingan.
3.Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian dengan melibatkan mahasiswa untuk mengasah kepekaan dan kepedulian sosial mahasiswa, memecahkan masalah pendidikan dan sosial kemasyarakatan.
4.Mengembangkan jejaring kerja sama dengan lembaga pemerintah/non-pemerintah untuk pemantapan kinerja program studi, peningkatan kualitas dan akseptabilitas lulusan.
Tujuan
Tujuan Penyelenggaraan Program Studi Psikologi Pendidikan dan Bimbingan:
1. Menghasilkan guru BK yang bermartabat yang memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial.
2. Menghasilkan penelitian yang berkualitas di bidang Psikologi Pendidikan dan Bimbingan.
3. Menghasilkan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas berbasis penelitian.
4. Menghasilkan jejaring kerja sama dengan lembaga pemerintah/non-pemerintah untuk pemantapan kinerja program studi, peningkatan kualitas dan akseptabilitas lulusan.
2.Program studi PAUD
Visi
PS PG-PAUD FIP IKIP PGRI Semarang adalah menjadi program studi yang menghasilkan guru PAUD yang profesional dan berjatidiri.
Misi
PS PG-PAUD FIP IKIP PGRI Semarang adalah :
1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian dan sosial.
2. Mengembangkan kegiatan akademik yang berjati diri (dilandasi dengan Pancasila, religi, kebangsaan, kesetiakawanan, pengabdian, dan pelayanan).
3. Mengembangkan kemampuan peneliti inovatif bagi lulusan PG PAUD dalam rangka mengembangkan ilmu pendidikan khususnya untuk anak usia dini.
4. Mengembangkan kemampuan pengabdian kepada masyarakat bagi lulusan PG PAUD dalam rangka mengaplikasikan ilmu pendidikan khususnya untuk anak usia dini.
Tujuan
PS PG-PAUD FIP IKIP PGRI Semarang
1. Menghasilkan guru PAUD yang memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian dan sosial.
2. Menghasilkan guru PAUD yang berjati diri (dilandasi nilai-nilai Pancasila, religi, kebangsaan, kesetiakawanan, pengabdian dan pelayanan).
3. Menghasilkan guru PAUD yang mampu melakukan penelitian untuk mewujudkan pusat Riset PAUD.
4. Menghasilkan guru PAUD yang mampu mengaplikasikan bidang keilmuan PAUD sebagai bentuk layanan kepada masyarakat yang berkualitas untuk pendidikan anak usia dini sebagai bentuk pengabdian.
1.Program studi Psikologi Pendidikan dan Bimbingan (terakreditasi B).
Visi, Misi dan Tujuan Prodi PPB FIP IKIP PGRI Semarang
Visi
Pada tahun 2011-2015 Program Studi Psikologi Pendidikan dan Bimbingan menjadi pusat pendidikan yang menghasilkan guru Bimbingan dan Konseling yang profesional, berjati diri, dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Misi
Misi Program Studi Psikologi Pendidikan dan Bimbingan dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.Menyelenggarakan pendidikan untuk menghasilkan guru BK yang memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial.
2.Menyelenggarakan penelitian di bidang Psikologi Pendidikan dan Bimbingan untuk pengembangan ilmu dalam bidang Psikologi Pendidikan dan Bimbingan.
3.Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian dengan melibatkan mahasiswa untuk mengasah kepekaan dan kepedulian sosial mahasiswa, memecahkan masalah pendidikan dan sosial kemasyarakatan.
4.Mengembangkan jejaring kerja sama dengan lembaga pemerintah/non-pemerintah untuk pemantapan kinerja program studi, peningkatan kualitas dan akseptabilitas lulusan.
Tujuan
Tujuan Penyelenggaraan Program Studi Psikologi Pendidikan dan Bimbingan:
1. Menghasilkan guru BK yang bermartabat yang memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian, dan sosial.
2. Menghasilkan penelitian yang berkualitas di bidang Psikologi Pendidikan dan Bimbingan.
3. Menghasilkan pengabdian kepada masyarakat yang berkualitas berbasis penelitian.
4. Menghasilkan jejaring kerja sama dengan lembaga pemerintah/non-pemerintah untuk pemantapan kinerja program studi, peningkatan kualitas dan akseptabilitas lulusan.
2.Program studi PAUD
Visi
PS PG-PAUD FIP IKIP PGRI Semarang adalah menjadi program studi yang menghasilkan guru PAUD yang profesional dan berjatidiri.
Misi
PS PG-PAUD FIP IKIP PGRI Semarang adalah :
1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian dan sosial.
2. Mengembangkan kegiatan akademik yang berjati diri (dilandasi dengan Pancasila, religi, kebangsaan, kesetiakawanan, pengabdian, dan pelayanan).
3. Mengembangkan kemampuan peneliti inovatif bagi lulusan PG PAUD dalam rangka mengembangkan ilmu pendidikan khususnya untuk anak usia dini.
4. Mengembangkan kemampuan pengabdian kepada masyarakat bagi lulusan PG PAUD dalam rangka mengaplikasikan ilmu pendidikan khususnya untuk anak usia dini.
Tujuan
PS PG-PAUD FIP IKIP PGRI Semarang
1. Menghasilkan guru PAUD yang memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian dan sosial.
2. Menghasilkan guru PAUD yang berjati diri (dilandasi nilai-nilai Pancasila, religi, kebangsaan, kesetiakawanan, pengabdian dan pelayanan).
3. Menghasilkan guru PAUD yang mampu melakukan penelitian untuk mewujudkan pusat Riset PAUD.
4. Menghasilkan guru PAUD yang mampu mengaplikasikan bidang keilmuan PAUD sebagai bentuk layanan kepada masyarakat yang berkualitas untuk pendidikan anak usia dini sebagai bentuk pengabdian.
3.Program studi PGSD
Visi. Misi dan Tujuan Prodi PGSD FIP IKIP PGRI Semarang
Visi
Tahun 2011-2015 PS Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) jenjang S-1 IKIP PGRI Semarang memiliki visi "Menjadi Program Studi yang menghasilkan Guru Sekolah Dasar yang profesional dan berjatidiri".
Misi
Untuk mewujudkan visi tersebut, PS PGSD jenjang S-1 FIP IKIP PGRI Semarang, memiliki misi sebagai berikut:
1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian dan sosial,
2. Mengembangkan kegiatan akademik yang dilandasi nilai-nilai Pancasila, religi, kebangsaan, dan kesetiakawanan.
3. Mengembangkan kemampuan calon guru SD khususnya menjadi guru kelas dalam proses pembelajaran yang berkualitas,
4. Mengembangkan kemampuan calon guru SD khususnya menjadi guru kelas dalam melaksanakan kegiatan penelitian pendidikan,
5. Mengembangkan kemampuan calon guru SD dalam meningkatkan kecakapan hidup(life skill).
6. Mengembangkan kemandirian dan sifat unitaristik.
Tujuan
Tujuan diselenggarakannya PS Pendidikan Guru Sekolah Dasar jenjang S-1 pada FIP IKIP PGRI Semarang adalah:
1.Menghasilkan tenaga guru tingkat satuan pendidikan dasar yang menguasai materi pelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar Nasional Pendidikan.
2.Menghasilkan tenaga guru tingkat satuan pendidikan dasar yang mampu mengelola pembelajaran peserta didik, perancangan, dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasi berbagai potensi yang dimiliki peserta didik.
3.Menghasilkan tenaga guru tingkat satuan pendidikan dasar yang memiliki kepribadian guru yang mantap, berakhlak mulia, berwibawa, dan menjadi teladan bagi peserta didik.
4.Menghasilkan tenaga guru tingkat satuan pendidikan dasar yang mampu menjadi bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara selektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.
5. Menghasilkan tenaga guru tingkat satuan pendidikan dasar yang mampu melaksanakan kegiatan pendidikan yang dilandasi nilai-nilai Pancasila, religi, kebangsaan, kesetiakawanan dan pengabdian.
6. Menghasilkan tenaga guru tingkat satuan pendidikan dasar yang mampu berkompetisi dalam era global.
7. Menghasilkan tenaga guru tingkat satuan pendidikan dasar yang memiliki kompetensi dalam penelitian pendidikan
8. Menghasilkan tenaga guru tingkat satuan pendidikan dasar yang memiliki kemampuan dalam meningkatkan kecakapan hidup(life skill).
9. Menghasilkan tenaga guru tingkat satuan pendidikan dasar yang memiliki kemandirian dan sifat unitaristik.
Arah pengembangan FIP difokuskan pada pencetakan tenaga pendidik yang profesional, pembentukan praktisi bidang kependidikan dan penciptaan peneliti-peneliti handal yang mampu mengembangkan dunia pendidikan. Lulusan FIP dapat mengembangkan dunia pendidikan menjadi lebih maju, sehat dan unggul.
FIP memiliki berbagai fasilitas yang representatif mulai dari ruang kuliah yang nyaman, perpustakaan yang lengkap, laboratorium microteaching yang canggih/modern, laboratorium Bimbingan Konseling (BK), laboratorium Taman Kanak-kanan (TK), laboratorium musik, ruang pelayanan administrasi akademik dengan sistem LAN dan fasilitas hotspot untuk seluruh area kampus.
Visi
Tahun 2011-2015 PS Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) jenjang S-1 IKIP PGRI Semarang memiliki visi "Menjadi Program Studi yang menghasilkan Guru Sekolah Dasar yang profesional dan berjatidiri".
Misi
Untuk mewujudkan visi tersebut, PS PGSD jenjang S-1 FIP IKIP PGRI Semarang, memiliki misi sebagai berikut:
1. Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi profesional, pedagogik, kepribadian dan sosial,
2. Mengembangkan kegiatan akademik yang dilandasi nilai-nilai Pancasila, religi, kebangsaan, dan kesetiakawanan.
3. Mengembangkan kemampuan calon guru SD khususnya menjadi guru kelas dalam proses pembelajaran yang berkualitas,
4. Mengembangkan kemampuan calon guru SD khususnya menjadi guru kelas dalam melaksanakan kegiatan penelitian pendidikan,
5. Mengembangkan kemampuan calon guru SD dalam meningkatkan kecakapan hidup(life skill).
6. Mengembangkan kemandirian dan sifat unitaristik.
Tujuan
Tujuan diselenggarakannya PS Pendidikan Guru Sekolah Dasar jenjang S-1 pada FIP IKIP PGRI Semarang adalah:
1.Menghasilkan tenaga guru tingkat satuan pendidikan dasar yang menguasai materi pelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar Nasional Pendidikan.
2.Menghasilkan tenaga guru tingkat satuan pendidikan dasar yang mampu mengelola pembelajaran peserta didik, perancangan, dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasi berbagai potensi yang dimiliki peserta didik.
3.Menghasilkan tenaga guru tingkat satuan pendidikan dasar yang memiliki kepribadian guru yang mantap, berakhlak mulia, berwibawa, dan menjadi teladan bagi peserta didik.
4.Menghasilkan tenaga guru tingkat satuan pendidikan dasar yang mampu menjadi bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara selektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.
5. Menghasilkan tenaga guru tingkat satuan pendidikan dasar yang mampu melaksanakan kegiatan pendidikan yang dilandasi nilai-nilai Pancasila, religi, kebangsaan, kesetiakawanan dan pengabdian.
6. Menghasilkan tenaga guru tingkat satuan pendidikan dasar yang mampu berkompetisi dalam era global.
7. Menghasilkan tenaga guru tingkat satuan pendidikan dasar yang memiliki kompetensi dalam penelitian pendidikan
8. Menghasilkan tenaga guru tingkat satuan pendidikan dasar yang memiliki kemampuan dalam meningkatkan kecakapan hidup(life skill).
9. Menghasilkan tenaga guru tingkat satuan pendidikan dasar yang memiliki kemandirian dan sifat unitaristik.
Arah pengembangan FIP difokuskan pada pencetakan tenaga pendidik yang profesional, pembentukan praktisi bidang kependidikan dan penciptaan peneliti-peneliti handal yang mampu mengembangkan dunia pendidikan. Lulusan FIP dapat mengembangkan dunia pendidikan menjadi lebih maju, sehat dan unggul.
FIP memiliki berbagai fasilitas yang representatif mulai dari ruang kuliah yang nyaman, perpustakaan yang lengkap, laboratorium microteaching yang canggih/modern, laboratorium Bimbingan Konseling (BK), laboratorium Taman Kanak-kanan (TK), laboratorium musik, ruang pelayanan administrasi akademik dengan sistem LAN dan fasilitas hotspot untuk seluruh area kampus.


