PPB / BK IKIP PGRI SEMARANG

Tampilkan postingan dengan label EC. Dasar-Dasar Bimbingan Konseling II. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EC. Dasar-Dasar Bimbingan Konseling II. Tampilkan semua postingan


IPTEK adalah ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat di zaman modern ini. IPTEK sangatlah berguna bagi seluruh makhluk hidup, sebab IPTEK dapat mempermudah suatu permasalahan yang rumit.
IPTEK dalam lingkungan ini sudah berkembang luas ke pelosok negeri. Namun untuk daerah terpencil sulit di kunjungi. Seharusnya pemerintah menyalurkan dana kedaerah pedesaan supaya masyarakat pedesaan mendapatkan IPTEK.
IPTEK sangat mendukung program pendidikan, dimana setiap murid supaya berpacu untuk menghasilkan karya-karya yang berguna bagi semua makhluk di bumi ini. Pemerintah pusatpun seharusnya menunjang hal seperti itu.
Seperti yang kita ketahui, teknologi kini telah merembes dalam kehidupan kebanyakan manusia bahkan dari kalangan atas menengah ke bawah sekalipun. Dimana upaya tersebut merupakan cara atau jalan di dalam mewujudkan kesejahteraan dan peningkatan harkat martabat manusia.
Atas dasar kreatifitas akalnya, manusia mengembangkan IPTEK dalam rangka untuk mengolah SDA yang di berikan oleh Tuhan YME. Dimana dalam pengembangan IPTEK harus di dasarkan terhadap moral dan kemanusiaan yang adil dan beradab, agar semua masyarakat mengecam IPTEK secara merata.
Di satu sisi telah terjadi perkembangan yang sangat baik sekali di aspek telekomunikasi, namun pelaksanaan pembangunan IPTEK masih belum merata. Masih banyak masyarakat kurang mampu yang putus harapannya untuk mendapatkan pengetahuan dan teknologi tersebut. Hal itu di karenakan tingginya biaya pendidikan yang harus meraka tanggung, maka dari itu pemerintah perlu menyikapi dan menanggapi masalah- masalah tersebut, agar peranan IPTEK dapat bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia yang ada.



Makalh Landasan Ilmiah Dan Tekhnology
Read More …


MATERI BIMBINGAN PRIBADI

“PRINSIP UNTUK MERAIH KESUKSESAN”













Di Susun oleh :
Nama              : MEDA CHRISTIYAN
NPM               : 11110101
Semester         :     II B


FAKULTAS PENDIDIKAN PSIKOLOGI BIMBINGAN
IKIP PGRI SEMARANG
TAHUN 2012

PRINSIP UNTUK MERAIH KESUKSESAN


Banyak orang yang tidak dapat meraih apa yang dicita-citakan atau diinginkannya. Kalau begitu, apakah sulit untuk meraih kesuksesan? Aziz Bachtiar dalam bukunya yang berjudul Sukses Ala Remaja dalam Studi, Karier, dan Hidup mengungkapkan rahasia-rahasia untuk meraih kesuksesan. Menurutnya, remaja akan mampu meraih kesuksesan, baik dalam studi, karier, maupun hidup, bila memegang lima prinsip hidup sebagai berikut:
  1. Acting smart and efficient (Bertindak Cerdas dan Efisien)
Seabagai remaja yang ingin sukses, dalam mengerjakan sesuatu kita dituntut untuk bisa bertindak cerdas dan efisien. Maksudnya, kita harus bisa membaca, mengahdapi, menguasai, dan mengendalikan suatu keadaan secara tepat guna atau sesuai dengan kondisi dan situasi yang dihadapi tanpa harus banyak mengeluarkan energi, waktu, dan biaya. Misalnya, kita mengenali salah satu guru mata pelajaran tertentu suka memberikan ujian secara mendadak. Oleh karena itu, setiap ada jam pelajaran tersebut, kita harus sudah mempersiapkan diri sebelumnya agar selalu mendapa nilai yang baik.
Hal yang pertama kali harus kita ketahui adalah menetapkan tujuan hidup atau apa yang kita inginkan dengan jelas. Jika kita telah mengetahui tujuan hidup atau apa yang kita inginkan, kita dapat menentukan langkah dan perilaku apa yang akan kita lakukan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Kemudian, berusahalah menggapai setiap tujuan hidup kita dengan segala potensi yang kita miliki dan meminimalkan segala kekurangan yang ada. Misalnya, jika kita ingin menjadi pengusaha sukses, kita dapat menyusun langkah untuk mencapai cita-cita tersebut dengan banyak belajar ilmu ekonomi dan matematika. Kita juga perlu berusaha untuk mewujudkannya dengan merintis usaha dari sekarang, seperti berjualan di sekolah dan ikut kegiatn bazaar.
Setelah menetapkan tujuan, tugas kita selanjutnya hanyalah berusaha dengan segenap potensi dan kemampuan yang dimiliki. Adapun hasil dari apa yang kita usahakan tidak boleh membuat kita putus asa karena gagal atau sombong karena berhasil.

  1. Have a great dream and imagination (Punya Mimpi dan Imajinasi yang Besar)
Sebuah motivasi bagi kita untuk tidak takut memiliki cita-cita dan harapan yang besar pernah diutarakan seorang tokoh terkenal di Mesir, Hasan Al-Banna. Ia mengatakan bahwa mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok. Bill Gates adalah orang terkaya di dunia. Ia mengawali kesuksesannya dalam bidang teknologi informasi dengan mimpi dan imajinasi yang disertai dengan kemauan besar. Oleh karena itu, BERMIMPILAH! Mengapa? Karena dengan bermimpi, kita akan punya imajinasi untuk mewujudkannya. Tentu saja, imajinasi yang dimaksud di sini adalah imajinasi yang kreatif dan disertai dengan kemauan dan usaha yang keras untuk mewujudkannya.
  1. No sex before married (Tidak melakukan Hubungan Seks sebelum Menikah)
Seks pranikah dapat dikatakan seks bebas karena dilakukan di luar pernikahan. Seks bebas merupakan musuh utama kesuksesan remaja. Hal tersebut hanya akan menimbulkan permasalahan-permasalahn yang pelik, mulai masalah keperawanan, kehamilan, cibiran masyarakat, pengucilan, pencorengan nama baik keluarga, hingga dosa pada Tuhan.
Seks bebas atau hubungan seks pranikah memberikan dampak yang buruk bagi pelakunya, keluarga, dan lingkungan sekitar. Pada diri remaja, menurut Aziz Bachtiar, dampak seks bebas dapat dilihat dari segi fisik, psikis, dan sosial remaja.

  1. Juvenile delinquency, no! (Kenakalan Remaja, Jangan!)
Kalau ingin sukses, remaja harus mau menghindarkan dirinya dari tindakan atau perilaku negatif seperti kenakalan remaja. Perilaku negatif yang termasuk kenakalan remaja, antara lain merusak barang milik orang lain, merusak fasilitas umum, kabur dari rumah, menyakiti orang lain secara fisik, mencuri, dan lain sebagainya.
Kenakalan remaja dapat dilihat dari dua pemahaman. Pertama, kenakalan konstruktif (membangun), yakni kenakalan yang terwujud sebagi ekspresi kondisi kejiwaan remaja yang masih labil dan bersifat spontanitas. Kenakalan ini tidak terpengaruh dari luar diri dan lingkungan. Kenakalan ini akan membantu perkembangan jiwa dan menghasilkan sesuatu yang positif. Misalnya, seorang anak yang tahu apa arti kenakalannya sebagai pengalaman yang tidak akan pernah mau ia ulangi kembali.
Kedua, kenakalan destruktif (merusak), yakni kenakalan yang terwujud dari ekspresi kondisi kejiwaan remaja yang masih labil. Kenakalan jenis ini dipengaruhi oleh lingkungan atau faktor yang berada di luar dirinya sendiri yang menimbulkan efek merusak dan mengganggu ketenangan masyarakat di lingkungannya.
Faktor penyebab kenakalan remaja, menurut Aziz Bachtiar dapat bersumber dari orangtua, sekolah, lingkungan, kemiskinan, benturan budaya, kondisi fisik dan mental yang tidak sempurna, ketiadaan figur yang baik, penggunaan waktu luang, serta faktor uang.
  1. Say no to drugs! (Katakan Tidak pada Narkoba!)
Siapapun dapat terkena narkoba. Tidak peduli golongan, usia, jenis kelamin, atau lainnya. Oleh sebab itu, kita harus wwaspada dalam segala hal. Remaja yang ingin sukses harus menjauhkan diri dari narkoba. Mengapa? Sebab bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian narkoba sangat besar.
Menurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, narkoba adalah bahan-bahan berbahaya berupa zat kimiawi ataupun alamiah yang jika dimasukkan ke dalam tubuh, baik secara oral (dimakan, diminum, atau ditelan), dihisap, dihirup ataupun disuntikkan dapat mengubah pikiran, suasana hati, perasaan, dan perilaku seseorang.
BKKBN mengatakan ada beberapa dampak yang ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba, yang meliputi dampak fisik, psikologis, dan sosial. Selain itu narkoba juga dapat berakibat fatal bagi kesehatan alat reproduksi serta dapat menyebabkan penyakit menular seksual.
Read More …



MATERI BIMBINGAN PRIBADI
“KIAT SUKSES MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI”












Di Susun oleh :
Nama              : ISFA WAIDA
NPM               : 11110007
Semester         :     II B


FAKULTAS PENDIDIKAN PSIKOLOGI BIMBINGAN
IKIP PGRI SEMARANG
TAHUN 2012

KIAT SUKSES MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI

Banyak ahli menilai, percaya diri merupakan faktor penting yang menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal. Karenanya, tidak sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai teknik-teknik membangkitkan rasa percaya diri.

Dalam dimensi yang sangat luas, sukses adalah milik semua orang. Tetapi, tidak semua orang tahu bagaimana cara mendapatkan atau meraih kesuksesan. Kebanyakan orang menilai bahwa kesuksesan adalah milik orang-orang yang ber-IQ tinggi, lulusan sekolah terbaik dan memilih spesialisasi yang paling terkenal.

Penilaian ini memang tidak sepenuhnya salah, tetapi kita juga harus melihat fenomena yang lebih luas, bahwa tidak sedikit orang-orang sukses yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Dengan kata lain, IQ tinggi, lulusan sekolah terbaik dan spesialisasi yang terkenal hanyalah bagian dari penunjang kesuksesan.

Di luar kemampuan itu, ada faktor lain yang tidak kalah pentingnya dalam memprediksi kesuksesan seseorang; itulah yang kita sebut, antusiasme, hasrat, ketekunan, kerja keras, serta kebulatan tekad seumur hidup yang dimilikinya. Sebagian pakar menilai bahwa untuk mencapai sukses, kematangan pribadi seseorang sangat dibutuhkan. Sebab kematangan pribadi akan mengantarkan seseorang pada sikap optimis dan kesadaran bahwa apa yang dicita-citakannya akan mudah diraih.

Di sisi lain, meraih kesuksesan jelas bukanlah perkara gampang. Ketika kita berusaha untuk meraih apa yang kita inginkan, tentu banyak tantangan yang harus dihadapi. Ada kalanya seseorang begitu tegar, tetapi tidak sedikit juga yang patahsemangat bahkan menyerah karena merasa tidak sanggup menghadapi tantangan yang ada di depannya.

Pada saat semacam inilah, rasa percaya diri sangat penting ditumbuhkan. Banyak ahli menilai bahwa percaya diri merupakan faktor penting yang menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal. Karenanya, tidak sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai teknik-teknik membangkitkan rasa percaya diri. Berikut ini adalah beberapa kiat guna membangun percaya diri.
Pertama, berani menerima tanggung jawab. Gerald Kushel, Ed.D., direktur The Institute of Effective Thinking, pernah mengadakan penelitian terhadap sejumlah manajer. Dari penelitian tersebut, Kushel menyimpulkan bahwa ia menemukan sifat terpenting yang dimiliki oleh hampir semua manajer yang memiliki kinerja tinggi. Dan sifat tersebut adalah rasa tanggung jawab yang mendorong mereka untuk tampil "sempurna" tanpa peduli pada hambatan apapun yang menghadangnya. Sebaliknya, manajer yang berkinerja buruk dan gagal mencapai kapasitas maksimumnya cenderung melimpahkan kesalahannya pada siapa saja.

Kedua, kembangkan nilai positif. Jalan menuju kepercayaan diri akan semakin cepat manakala kita mengembangkan nilai-nilai positif pada diri sendiri. Menurut psikolog Robert Anthony, PhD., salah satu cara untuk mengembangkan nilai-nilai positif adalah dengan menghilangkan ungkapan-ungkapan yang mematikan dan menggantinya dengan ungkapan-ungkapan kreatif. Dia menganjurkan membuat peralihan bahasa yang sederhana tapi efektif dari pernyataan negatif ke pernyataan positif. Misalnya, mengganti kata, "Saya tidak bisa," menjadi, "Saya bisa!"

Ketiga, bacalah potensi diri. Segeralah lacak, gali, dan eksplorasi potensi sukses yang ada pada diri kita. Misalnya dengan bertanya kepada orang-orang terdekat. Termasuk juga mengikuti psikotes dan mendatangi para ahli seperti psikiater, dokter bahkan kiai untuk melacak potensi kita. Karena bisa jadi sangat banyak potensi yang kita miliki tanpa kita sadari, sehingga tidak berhasil kita gali.

Keempat, berani mengambil risiko. Keberanian dalam mengambil risiko ini penting, sebab daripada menyerah pada rasa takut alangkah lebih baik belajar mengambil risiko yang masuk akal. Cobalah menerima tantangan, kendati terasa menakutkan atau menciutkan hati. Cari dukungan sebanyak mungkin.

Dengan melakukan hal ini, kita akan mendapat banyak peluang yang tak ternilai harganya. Namun jangan lupa, ketika mencoba sesuatu kita harus siap dengan hasil yang sesuai atau tidak sesuai dengan keinginan. Kalau hasilnya tak sesuai dengan keinginan, bisa jadi itulah yang terbaik menurut Allah Azza wa Jalla. Kalau kita sudah mencoba, maka niatnya saja sudah menjadi amal. Orang yang gagal adalah orang yang tak pernah berani mencoba. Bukankah menaiki anak tangga kelima puluh harus diawali dengan tangga pertama?

Kelima, tolaklah saran negatif. Bisa jadi, tidak semua orang di sekitar kita memberikan dorongan, dukungan, dan bersikap positif pada kita. Sebagian dari orang yang ada di sekitar kita mungkin berpikiran negatif. Hal inilah yang tak jarang malah melunturkan rasa percaya diri kita dengan mempertanyakan kemampuan, pengalaman, dan aspirasi-aspirasi kita. Dengan demikian, mungkin ada baiknya jika kita sedikit mengambil jarak dengan sebijak mungkin bila ada pihak pihak yang mencoba melunturkan kepercayaan diri kita.

Keenam, ikuti saran positif. Rasa percaya diri merupakan sifat "menular". Artinya, jika kita dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki cara pandang positif, bersemangat, optimis, dsb, maka kita memiliki kecenderungan untuk meniru sifat tersebut. Karena itu, carilah lingkungan yang bisa memotivasi kita untuk sukses. Kita harus mulai senang bergaul dengan orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk bangkit. Bergaul dengan orang-orang yang percaya diri akan berbeda dibandingkan bergaul dengan orang-orang yang gagal. Sebab bergaul dengan orang-orang yang percaya diri, Insya Allah semangatnya akan menular kepada diri kita.

Ketujuh, jadikan keresahan sebagai kawan. Banyak peristiwa atau saat-saat dalamkehidupan yang dapat membuat kita mengalami rasa cemas atau gelisah. Akibatnya, kita mengalami krisis percaya diri. Saat itulah kita harus mulai mengingatkan diri sendiri bahwa rasa cemas dan gelisah merupakan kawan. Tingkatkan energi, tajamkan kecerdasan, tinggikan kewaspadaan, dan kembangkan pancaindera. Dari pada menyia-nyiakan energi untuk kecemasan yang sia-sia, lebih baik menghadapi tantangan itu secara tegas dan efektif.

Sesudah perhitungan kita matang, selanjutnya kepercayaan diri akan bertambah dengan memperkokoh ibadah dan doa, karena doa dan ibadah dapat mengundang pertolongan Allah. Semakin kokoh ibadah kita, shalat kita, makin kuat doa-doa kita, dan keyakinan kita dengan pertolongan Allah, maka itu bisa meningkatkan percaya diri.


Read More …